Karangpucung, 07 Januari 2025
Menindak lanjuti Surat dari Kementrian Pertanian Rebuplik Indonesia Nomor 16/RC.020/A/01/2026 tertanggal 4 Januari 2026, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kertanegara Kab. Purbalingga mengadakan pertemuan yang bertempat di P4S Artansi Chandra Kahuripan Desa karangpucung dengan Kelompok Tani se-Kecamatan Kertanegara. Dalam rangka Pencapaian Pembangunan Pertanian Tahun 2025, Kementrian Pertanian menyelenggarakan “Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan” secara Daring dan acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Kertanegara, Danposramil kertanegara, Kapolsubsektor Kertanegara, Kepala Desa Se-Kec. Kertanegara, PPTS se-Kec. Kertanegara, Brigade Pangan dan P4S dan Penyuluh Pertanian se-Kecamatan Kertanegara,.
Indonesia mengawali 2026 dengan capaian besar sektor pertanian melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI dan jutaan petani di seluruh Indonesia. Momentum ini menegaskan keberhasilan kolektif bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa impor beras medium.
Stok beras pemerintah kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional 34,71 juta ton. Harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.
Presiden Prabowo Subianto Dalam kesempatan itu, mengumumkan secara resmi keberhasilan Indonesia atas swasembada pangan.
"Bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan," kata Prabowo di Karawang, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Presiden, keberhasilan itu menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat. Di akhir 2025, Indonesia memiliki lebih dari 3 juta ton cadangan beras di gudang pemerintah.
Presiden Prabowo mengatakan cadangan tersebut menjadi gambaran keberhasilan Indonesia dalam swasembada pangan. Sekaligus, bukti dari kekuatan bangsa Indonesia.
"Bangsa yang berkemampuan, bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,"
Saya tidak bisa menerima, bagaimana negara yang begitu kaya, negara yang begini besar, negara yang diberi karunia yang Maha Kuasa dengan bumi yang luas, yang kaya, tapi kita bergantung ke bangsa lain," kata Presiden.
Swasembada pangan nyata, Pertanian Maju, Pangan Berdaulat, Indonesia Kuat.